Di Balik Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Arti Budi Utomo

Gedung Kimia Farma di Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016). Gedung Kimia Farma dulunya adalah rumah pemujaan yang dipakai Loji La Vertueuse. Gedung seluas 20×27 meter dirancang oleh insinyur belanda J Tromp yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Gedung-gedung Negeri.(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)

Organisasi itu diberi nama Budi Utomo. Budi artinya kepribadian. Sedangkan Utomo artinya luhur.

Bahasa yang dipakai adalah bahasa Melayu, bukan bahasa Jawa. Hal itu menunjukkan sifat nasionalisme dari perkumpulan tersebut.

Lahirnya perkumpulan Budi Utomo langsung disambut para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam setahun saja anggotanya mencapai 10.000 orang.

Pada masa itu, perkumpulan semacam ini baru pertama kalinya di Indonesia.

Di organisasi itu banyak pemuda Indonesia melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian.

Karenanya, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bangsa Belanda waktu itu melihat lahirnya Budi Utomo sebagai bangkitnya Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Di Balik Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei…”, https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/20/095223965/di-balik-sejarah-hari-kebangkitan-nasional-20-mei?page=3.
Penulis : Nur Fitriatus Shalihah
Editor : Sari Hardiyanto

%d blogger menyukai ini: